27 August 2015

Review Hotel di Paris, Lyon, Swiss & Milan

Salah satu yang juga menjadi perhatian utama saat merencanakan liburan atau sebuah perjalanan adalah: memilih hotel. Bagaimana cara memilih hotel ditempat yang sama sekali asing dan belum pernah kita kunjungi. Saya mengandalkan review dari tripadvisor, forum female daily, agoda, booking com and review dari bloger spesialis travel. Agak ribet ya :)
Ini adalah hotel-hotel yang terpilih: (rate: 250-285 Euro/malam)
1. Di Paris: Mercure Paris Garedunot Lafayette (****)
2. Di Lyon: Comfort Suite (***)
3. Di Swiss: Swissotel Zurich (****)
4. Di Milan: Ade Doria Grand Hotel (****)
Melanjutkan review tentang hotel-hotel diatas, inilah kesannya:
1. Mercure paris Garedunot lafayette
Letaknya strategis, daerahnya tenang
 Loby depan
 Kamar cukup luas, sayang tidak ada extra bed
Letak hotel strategis, dekat dengan metro, samping hotel persis ada rumah makan india (halal food). Review di net bagus (ada dikisaran angka: 8). Kamar: cukup luas, bersih dengan tampilan modern minimalis. Pelayanan standart cukup. Breakfast bisa beli ditempat, makanan bervariasi cukup. akses Wifi ada di kamar, cepat. Pada dasarnya hotel ini cukup bagus sayang...tidak menyediakan extra bed..! Kalau kita bertiga memaksakan diri dalam satu kamar tetap akan dikenai charge dua kamar. Saran: bila berdua, okey-okey saja nih hotel tapi bila bertiga mending gak usah aja deh. 
Alternatif lain: Hotel Mercure Paris Gare de Lyon (? pic masih dicari).Tampilan lebih klasik dan luas juga menyediakan extra bed.
2. Comfort Suite, Lyon 

Tampilannya mirip apartement atau hotel budget. Letak: kurang strategis karena tidak dekat dengan metro tapi dekat dengan pangkalan trem. Meski begitu letaknya punya nilai plus (note: untuk mengunjungi dua shopping mall (butik-butik di Rue de La Republigue dan Lyon Part Dieu Shopping Center, dari hotel ini ternyata sangat mudah). Hari pertama dan kedua sebelum mengenal jalur trem, kita melakoni drama sengsara membawa nikmat dengan berjalan 30 menit untuk mencapai shopping mall disepanjang Rue de La Republigue. Belum lagi menenteng belanjaan yang lumayan berat selama 30 menit perjalanan balik ke hotel. Nilai plusnya juga, didepan hotel ada mini market dan sampingnya bertebaran halal food. Dari hotel menuju airport pake taxi kena charge  60 euro.  Kamar: lumayan seperti tampilan hotel Midtown atau Swiss Bell In, bersih dan minimalis. Keistimewaan hotel ini adalah: kamarnya (pilihan) dilengkapi pantry include microwave dan segala utility untuk masak dan makan. Yang lain, di hotel ini tersedia pemanas tapi tidak tersedia AC...!!! Alamak, pergi ke perancis di musim panas, hotelnya gak pake ac.  Ada pengalaman lucu berkaitan ini. Menjelang  tidur kita tutup jendela rapat-rapat dengan asumsi hawa masih dingin toh aku khan gak terlalu ac minded jadi tenang aj meski hotelnya gak ber ac. Ternyata...setelah dua jam tidur, kita bangun secara bersamaan karena merasakan gerah yang luar biasa, seperti di dalam oven ;). Setelah tersadar kalau kepanasan, segeralah kita  buka tuh jendela lebar-lebar. Ternyata hawa di dalam kamar panas sekali (uft...) untung kamar kita ada di lantai 4 dan jendelanya tidak berhadap-hadapan dengan tetangga depan. Disiasati semua lampu dimatikan dan jendela dibuka setengah barulah kita bisa tidur dengan tenang dan nyeyak. Wifi ada di tiap kamar: kencang. Pelayanan: sangat ramah khas penduduk Lyon. Breakfast: tidak menyediakan nasi atau sejenisnya.  Hanya bisa ngupi, ambil roti juga yogurt dan buah. Hmm... rotinya enak sekali. Secara keseluruhan, hotel ini meski cuman bintang tiga tapi cukup memuaskan.
Alternatif lain: Mercure Lyon Centre Plaza Republique (****). Hotel Carlton Lyon (****). Hotel ini berada diarea pertokoaan dan dekat dengan Sephora.
3. Swissotel Zurich 
Tampak depan
Ruang Loby
 Kamar luas dan nyaman
Inilah hotel yang paling favourite. Semuanya mudah dan nyaman. Chek in juga cepat. Letaknya sangat strategis, dekat dengan metro dan berada diarea pertokoaan). Pelayanan: sangat ramah. Wifi: dikamar, kencang, by request dengan menjadi member (free hanya mendaftarkan email) maka free wifi, bila bayar juga sangat murah. Breakfast: sangat variatif. kamar: nyaman, luas dan bersih. Pokoknya top deh. Breakfast bertiga tidak dikenai tambahan biaya.
4. Ade Doria Grand Hotel

Suasana breakfast di ade doria hotel
Tampilan hotel mewah dan klasik. Letak: minus, dekat dengan metro tapi tidak dengan shopping mall atau area keramaian. Area sekitarnya sepi. Pelayanan sangat ramah. Kamar: cukup luas dan nyaman. Bila bertiga akan dikenakan charge tambahan.Wifi: di kamar, kencang. Breakfast: no rice, no fish, only bread n butter plus yogurt. Seorang waitress yang tahu kita tidak mengambil sosis, ayam atau sejenisnya, merasa prihatin dengan menu sarapan yang minimalis langsung mengambil banyak buah dan meletkkannya di meja kita. Waktu akan keluar, si waitress masih menyelipkan beberapa pisang, katanya; untuk sangu di kamar. Hmmm terkesan sekali dengan keramahannya. Yang unik dari hotel ini adalah: kunci kamar. Bentuknya yang seperti kunci kamar kerajaan, besar lagi. Karena itu kunci tidak dibawa tamu tapi harus dititipkan di ruang resepsionis.
Secara keseluruhan hotel ini nyaman dan menyenangkan hanya saja letaknya yang kurang mendukung.
Alternatif lain adalah: Hotel Brunelleschi. Kemarin mencoba pesan hotel Brunelleschi tapi sudah fullbook kamarnya.
 TIP Mencari Hotel:
1.Buka situs: tripadvisor, booking.com, female daily forum atau blog traveller untuk melihat review dan rekomendasi hotel.
2.Pilih hotel yang direview paling banyak. Misal: 1300 review lebih dipilih dibanding 230 review.
3.Terkadang ada sertifikat excelent dari booking com atau tripadvisor, bisa dijadikan pertimbangan.
                       
4.Sangat penting adalah fasilitas wifi free terutama di kamar. Tertulis free wifi bisa saja hanya di loby. 
5.Untuk mendapatkan lokasi strategis, ketik central misal: hotel di Milan central... atau bisa juga lihat review lokasi paling tidak harus berdekatan dengan stasiun metro.
6.Untuk jaminan kenyamanan dan keamanan, pilih hotel yang mempunyai jaringan seperti; Mercure, Holiday in, Swissotel, atau Novotel untuk jaringan hotel bintang empat.
 7.Teliti memilih hotel. Didaerah yang sama terkadang ada beberapa hotel jaringan dengan nama yang sama. Misal: hotel mercure didaerah lafayette paris ada beberapa, contoh: Mercure paris Garedunot lafayette  ada juga Mercure Paris OpĂ©ra Lafayette Hotel.  
Okey pemirsa, Selamat berlibur, See you in the next post...:) 

18 August 2015

Review: Jalan-jalan ke Paris, Swiss dan Milan (bab 2)

Setiap jalan-jalan selalu diikuti dengan rekam adegan. Sayang rasanya kalau kenangan indah tidak terekam kamera. Padahal sebenarnya seiring perkembangan usia, malas banget difoto. Dulu sewaktu masih remaja, duh bisa beraneka gaya didepan kamera. Karena pakai film negatif, penyimpanannya filenya kurang terorganisir jadi banyak yang rusak. Supaya nanti ada bahan cerita ke anak cucu, jadilah kita memaksakan diri take action didepan kamera.
Dan inilah beberapa regam adegannya:) 
 Lyon di perancis, sama seperti daerah di eropah lainnya di hari minggu semua pertokoan tutup
Selagi sepi memanfaatkan rekam adegan di area Reu de la Republique Lyon. Sambil menikmati atraksi pengamen remaja memainkan beberapa alat musik.
Titlis, pemandangannya sungguh menakjubkan. Sebenarnya ada yang lebih menakjubkan, namanya Jungfrau. Tetapi karena tournya memerlukan waktu yang lebih lama karena letaknya lebih jauh, kita akhirnya memutuskan untuk ke Titlis aja.
Semua pemandangan di Swiss sangat menakjubkan. Mulai dari pemandangan alamnya sampai ke rumah-rumah penduduk yang seperti rumah boneka dengan hiasan aneka bunga warna-warni. 
                                      Icon Milan


Milan, adalah ikon mode. Barang-barang yang dijual dikota ini relatif lebih murah dibanding di Swiss. Mending kalau mau shopping pas lagi jalan-jalan di Milan. Kalau ke Swiss, acara city tour aja. Yang menarik hati di Milan adalah: banyak bertemu toko-toko yang menjual barang-barang vintage dan showroom kosmetik kiko yang harganya pas di kantong dan pas dihati. Yang menarik hati dari Swiss adalah jam dinding dari kayu dengan modelnya yang khas. 
Wooden Swiss

 Kebab, makanan favourite. Entah pergi kemana saja, suami yang sangat berhati-hati dengan makanan halal, maunya kita makan kebab melulu, terkecuali ketemu resto timur-tengah yang menyajikan nasi. Akibatnya kita gak tahu tuh rasanya pizza asli italia yang khabarnya lezat sekali atau wisata kuliner di Lyon yang terkenal beraneka ragam atau jajanan asli Swiss bentuknya seperti apa gak ngerti. Ya gpplah yang penting gak kelaparan, masalah gizi akan diperbaiki sekembalinya di tanah air ;)
Rekam adegan sejenak selagi sempat.

TOBE CONTINUE


12 August 2015

Review: Jalan-jalan ke Paris, Swiss dan Milan (bab 1)

Tidak berani kasih judul review jalan-jalan ke Europe karena biasanya kalau bicara tentang jalan-jalan ke Europe terkait banyak negara, minimal enam sampai sepuluh negara. Lha ini cuman tiga negara saja, malah awalnya hanya berencana bekutat di dua negara saja.
Seperti biasa niatnya bukan sekedar jalan-jalan tapi karena suami akan menghadiri congress dan course jadilah kita mengikutkan diri terdampar di Lyon, kota besar kedua di Perancis. Seperti biasa juga pergi yang tidak direncanakan dengan baik akan menambah biaya pengeluaran. Ini adalah masalah klasik diantara kita karena suami tinggal di kota yang berbeda. Ternyata meski no hp suami selalu muncul sebagai kontak favourite, kesenjangan komunikasi masih terjadi. Yang kalau ditelp masih ada px, yang masih visite yang masih praktek yang masih operasi, yang de-el-el dah...
Jadilah telpon berkali-kali dan berkali-kali juga pake catatan keburu-buru. Pas ketemu di weekend, mau membahas soal tiket, hotel, eurotrill de-el-el koq eman-eman mending membahas soal-soal lain yang lebih "berbobot" seperti: cerita tentang anak-anak, jalan-jalan, silahturahmi de-el-el. Pada akhirnya toh suami pasti akan berkata" "Terserah deh, diatur saja mana baiknya" Ya begitulah kisah cantik seputar pasutri yang tinggal berbeda kota.

Begitu sudah bertekad akan ikut pergi, aku mulai mempersiapkan segalanya. Yang agak ribet masalah visa, syaratnya kurang melulu padahal sudah berpengalaman beberapa kali. Visa erat kaitannya dengan tiket pesawat dan hotel. Selama visa belum ada kepastian keluar, tiket pesawat cuman bisa booking-cancel, booking-cancel begitu juga hotel. Ini yang menyebabkan biaya tinggi kecuali mau spekulasi, gambling issued tiket murah plus hotel di travel langganan tapi gagal jantung nungguin visa yang gak keluar-keluar. 
Hehe..ada sebagian teman yang milih seperti ini. Suami memilih bermain aman, tidak issued tiket dan hotel sampai visa keluar. Akhirnya visa baru keluar dua hari menjelang keberangkatan. Jadinya ya begitulah...biaya tinggi. Penerbangan yang dipilih: Emirates (sepertinya untuk jurusan Eropah, favourite tetap Emitares dengan jadwal penerbangan yang suitable dan harga tiket low price) Rute keberangkatan: Jkt-Dubai-Lyon, baliknya: Lyon-Dubai-Jkt.
Aku juga mulai mencari hotel di travel langganan. Syarat utama yang diajukan suami dan anak, harus ada wifi, syarat kedua dariku harus pake breakfast. Biar deh cuman makan roti or teh or kopi yang penting ada yang diseruput di pagi hari. Maklum ibu-ibu paruh baya sering terserang maag kalau telat makan. 
Ternyata mencari hotel yang memenuhi dua kriteria itu tidaklah mudah (tentunya yang sesuai dengan budgetnya). Setelah ikut bantu-bantu googling di net, ini lah hotel yang terpilih: Paris: Mercure Paris Garedunot Lafayette (wifi, no breakfast), Swiss: Swissotel Zurich (breakfast no wifi) dan Milan: Ade Doria Grand Hotel (wifi plus breakfast). Dan di Lyon, suami yang pilih melalui net: Comfort Suite Hotel (wifi plus breakfast)

Review tentang hotel-hotel diatas menyusul di bagian lain tulisan ini.
Tip pertama mencari hotel jika bepergian dengan anak adalah: jangan memesan di travel tapi better memesan melalui webnya langsung atau booking.com atau tripadvisor. Mengapa? Karena kalau ditravel, cenderung ditulis dua orang meski yang akan nginap tiga orang. Ntar sampai disananya ribet karena hotel-hotel di eropah pelit dan kaku. Kita akan dikenakan charge tambahan, bervariasi mulai yang cuman sedikit sampai dua kali lipat. Review tentang ini ada di bagian selanjutnya tulisan ini. 
Persoalan hotel beres, sekarang giliran cari tiket eurotril (tiket kereta apai antar kota atau antar negara). Aku termasuk ibu-ibu yang gagap tehnologi jadi kalau disuruh cari di net bisanya cuman googling, lebih dari itu pasti pake acara Need Help, korban pertama adalah: sisulung Sirin, korban kedua: suami ;)
Untung di Surabaya ada, tempatnya di Golden City Mall. Namanya RAIL EUROPE di lantai 2, telp:  0315652372. Ada dua pilihan, with reservasi atau without reservasi jadi beli tiketnya saja. Karena gak mau ribet, aku memilih with reservasi, ternyata lumayan juga biayanya. Menurut anakku yang sulung, Sirin yang kebetulan juga melakukan perjalanan keliling eropah with friends, better beli dengan reservasi karena biaya reservasinya ternyata mahal. Kayaknya sih begitu tetapi ada baiknya konsultasikan saja ke pegawai rail europe.
Setelah cari tiket eutril, persiapan tukar uang. Salah-satu tip investasi klasik adalah menyimpan dollar atau euro. Dollar perlu disimpan untuk keperluan  umroh atau haji. Kalau euro, pas pengin jalan-jalan lumayan sudah punya dana simpanan untuk tambah-tambah membeli belah :) Untuk ke eropah, uang yang berlaku hanya euro, dollar gak laku, kepakenya pas transit aja di Dubai. Di Swiss malah harus pake franc swiss. Di England juga harus pake poundsterling. Jadi menurutku, sediakan mata uang sesuai negara tujuan. Di Swiss bisa sih pake euro tapi untuk beli tiket train/bus dalam kota kita akan kesulitan karena mesinnya sudah diprogram untuk menerima mata uang franc swiss saja. 
Finally mempersiapkan koper yang akan dibawa. Apa saja sebaiknya "makhluk" yang harus dibawa didalam koper? 
Sebelum mengintip makhluk yang akan dibawa, tentukan dulu berapa koper yang akan dibawa. Aku memutuskan membawa dua koper ukuran 29 inci, satu koper ukuran kabin, dan dua koper cadangan yang bisa dilipat atau dimasukkan kedalam koper besar 29 inci.  
Tip untuk koper, jika anda pergi bersama rombongan/ikut tour tidak perlu membawa koper roda dua untuk membawa barang belanjaan saat shopping (karena biasanya mereka menyediakan bus saat kita jalan-jalan). Kalau pergi tanpa tour, anda perluuuu sekali membawa koper belanja seperti dibawah ini apalagi yang hobi belanja perkakas rumah tangga seperti daku. Note: masukkan aja ke dalam bagasi, anggap saja seperti bawa stroller bayi :)

Untuk isi kopernya: pertama masukkan barang yang amat penting, seperti 
a) Rukuh dan alquran. Gak bisa kebayang kalau sampai ketinggalan rukuh, di eropah mau beli dimana?
b) Obat-obatan (wajib: obat maag, obat sakit perut, roches, strepsill, minyak angin, hansaplast untuk kaki lecet, ponstan, decolgen plus vitamin2 terutama vit c) 
c) Makanan seperti: mie instan, abon atau kering tempe & kentang dan sambal sachet (2kantong). Selama 15 hari perjalanan, aku bawa 10 mie goreng, 5 mie kuah, 6 mie tropicana, 5 popmie. Sisa 3 mie kuah, 2 mie goreng dan 2 mie tropicana.
d) Baju: erat kaitannya dengan musim. Cari tahu dulu, musim apa yang sedang berlangsung. Aku cuman bawa tujuh baju, delapan dengan yang dipake, itu juga mix and match. Harapannya ketemu laudry and sempat cari baju disana. Rugi kalau koper penuh dengan baju ntar gak bisa beli baju dong. Mengantisipasi angin kencang bawa baju tebal dua buah saja. 
e) Bawa panty liner, softex beberapa biji untuk emergency kalau gak sempat ketemu toko.  
f) Bawa mug pemanas air. Meski di hotel biasanya disediakan ketel pemanas air, tetap bawalah mug karena lebih praktis untuk memasak mie.
g) Bawa sepatu satu saja. Jika tidak menghadiri acara apa-apa bawa satu saja sepatu yang nyaman untuk jalan-jalan. My favourite: hushpupies. Coba juga sepatu merk: kickers atau merk: sp...duh apa ya koq lupa, sepatunya ringan sekali memang pas untuk jalan-jalan berjam-jam. Kaos kaki bawa tiga yang tebal karena kalau tipis bisa membuat jari lecet.
Setelah visa, tiket penerbangan, tiket kereta, hotel, koper dah beres...siap...siap berangkat.
TOBE CONTINUE...

06 August 2015

Selalu Ada awal untuk segalanya...


Sebelum menulis biasanya aku selalu membaca tulisanku sebelumnya. Dan inilah yang membuat keinginan menulis kandas ditengah ide-ide yang menggeliat ingin dilahirkan. Foto abi yang terpampang besar ditulisanku sebelumnya sering membuatku keterusan mengenang semua masa-masa bersama abi. Ada banyak kebiasaan kecil yang baru terasa berpengaruh besar sekarang. Seperti: abi tampak senang jika disapa dengan kalimat: "Bapak Fachir apa khabar hari ini? atau "Bapak Fachir bagaimana dietnya?" atau "Bapak Fachir sedang apa sekarang?" dengan senyum lebar abi akan menjawab: "Alhamdulillah..."
Atau bila sedang makan direstoraunt, ketemu menu yang istimewa biasanya aku akan segera menginfokan ke abi dan dengan antusias abi menyambutnya. Sekarang...Terasa begitu banyak kenangan begitu besar rasa kehilangannya. 
-----------------------------
Ide menulis datang biasanya setelah panca idraku menangkap sesuatu yang menyentuh, seperti: ketika diruang praktek suami (sebagai pengamat) ada seorang ibu dengan susah payah berusaha menggendong anaknya yang berumur 11 tahun yang menderita cerebal palsy. Ibu itu terlihat sangat tabah. Menurutnya anaknya lahir normal. Pada usia 3 tahun terkena panas tinggi dan hampir sebulan di rawat di rs tetapi kondisi si anak tidak bertambah baik malah semakin buruk dengan lemahnya beberapa anggota tubuh. Aku jadi teringat ketika mengandung anak ketiga yang didiagnosa kena virus rubella. Janin tidak berkembang dan harus dikuret. Setiap ibu berharap anaknya lahir dalam kondisi normal dan sehat. Meski begitu jika harapan tidak sesuai dengan kenyataan, seorang ibu akan selalu siap menerima anaknya dalam kondisi apapun. Itulah hebatnya seorang ibu. Dalam hati, aku benar-benar berdoa agar ibu tersebut diberi ketabahan, kekuatan dan keberkahan dalam hidupnya. Amin YRA.
Ide yang kedua mencuat ketika membaca seorang pejabat publik yang tertangkap bersama istri kedua (yang mana yang lebih tepat istri kedua atau istri muda? Mungkin karena laki-laki yang berpoligami itu gak mau rugi ya, jadi selalu memilih istri kedua yang lebih muda (jadi inget sate kambing, semakin muda dagingnya semakin enak rasanya. Tapi khan istri bukan sate tho,  tepok jidat...) Ada banyak meme di medsos yang menggambarkan bagaimana publik tidak bersimpati pada mereka. Hm...terkadang simpati itu memang menghakimi. 
Yang jadi pertanyaan (bukan hanya berdasarkan kasus diatas tapi kasus-kasus laen yang visible atau invisible) Bagaimana seorang pejabat publik bisa melakukan "proyek persatean" secara legal (ataupun illegal)? Bukankah banyak mata memandang? (mata rakyat plus mata atasannya) Juga seorang pejabat publik adalah pengemban amanat rakyat jadi mereka tidak bisa bersembunyi dibalik dalih ranah pribadi ketika proyeknya terkuak. Seorang pejabat publik harusnya tidak boleh mencederai rakyatnya apalagi yang dicederai adalah komunitas perempuan yang notabene adalah pemilih potensial. Pendapat ini berbau tendensius?  
Sebenarnya tidak jika poligami tidak disertai kisah sedih diseputarnya.
Ketika melihat foto di fb tentang ajakan poligami dari account seorang perempuan.  Hmm...
Ajakan berpoligami bukan seperti mengajak bersedekah dimana semua orang dapat melakukannya. Bila tidak bisa bersedekah dengan uang, bisa digantikan dengan sedekah doa. Tapi poligami mempunyai aturan syarat dan ketentuan berlaku. Kalau sedekah mah enggak pake syarat. Lagian, poligami gak usah deh dikampayekan mati-matian begitu karena rawan disalahgunakan. Seorang laki-laki yang shaleh, bila harus berpoligami dia akan sangat berhati-hati dan dilakukan dengan cinta damai (kalau dengan kekerasan tetap saja masuk kategori laki-laki yang salah) Sebaliknya laki-laki yang setengah-setengah (setengah baik setengah buruk) cenderung mempermudah poligami dengan alasan yang dikuat-kuatkan. So kalau anda berbahagia dengan poligami, syukur alhamdulillah tetapi tidak berarti anda harus riya khan. Mengkampayekan shalat lima waktu di masjid bagi laki-laki kayaknya better deh. Jadi inget tulisan ini:
Ide selanjutnya timbul dari membaca sebuah ulasan di fb tentang PemimpinTurki yang fenomenal: Recep Tayyip Erdogan. Menurutku yang lebih mengesankan adalah pasangannya: Emine Erdogan. Seorang laki-laki yang baik dibentuk oleh dua orang perempuan terdekatnya, ibu dan istrinya. 

Sangat mengesankan sekali melihat pemimpin Turki itu ikut menggotong keranda ibunya. Sebetulnya apakah dia presiden, raja atau orang biasapun mempunyai kewajiban yang sama untuk memuliakan ibunya baik disaat hidup atau disaat dia sudah meninggal. Karena tidak banyak kepala negara yang sampai turun tangan membawa keranda ibunya, apa yang dilakukan Erdogan terasa sangat istimewa. 
Keberhasilan Erdogan membawa Turki lebih baik tentunya tidak terlepas dari peran ibu sebagai pembentuk kharakternya dan istri sebagai pendukung/pembisik yang membawa kebaikan. Bukankah pemimpin yang baik akan selalu dikenang rakyatnya? Statement ini tidak berarti, berbuat kebaikan legal untuk pencitraan tetapi segala kebaikan yang diniatkan ibadah akan selalu membawa berkah. Erdogan adalah awal menuju Turki yang lebih baik. 
Bagaimana dengan Indonesia?
Jabatan itu amanah dan punya masa kadaluwarsa. Jadi kenapa tidak dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Bila anda adalah pemimpin yang disukai, yang mendapat kehormatan bukan hanya anak dan istri tetapi dari buyut sampai cicit andapun nantinya akan diingat sebagai orang-orang terhormat.
Selalu ada awal untuk segalanya...Siapapun anda, ayo kita dukung suami jadi pemimpin yang baik dengan menjadikan kita sebagai pembisik yang baik. Mulailah dengan mengembangkan empati dan simpati. Terutama pada  masalah pemberdayaan perempuan sehingga enyahlah kalimat ini: Terkadang kejahatan terhadap perempuan terjadi karena didukung oleh perempuan yang lain. Semoga tulisan ini membawa keberkahan.
See you in the next post