27 September 2013

Jangan Sebut Aku Mantan...


Ketika anda tidak sedang tertawa atau menghakimi seseorang berarti anda sedang berempati...

Ketika melayat seorang teman yang suaminya meninggal kecelakaan, aku mencuri dengar percakapan seorang ibu diantara tamu-tamu takziyah. Katanya, “Saya sudah pernah merasakan kehilangan orangtua, kehilangan anak, kehilangan suami. Dan yang saya rasakan paling berat adalah kehilangan suami”

“Oh...” Aku hanya bisa bergumam.
Benarkah? Wallahu A'lam Bishawab...
Kehilangan apalagi yang terjadi secara tiba-tiba selalu meninggalkan perasaan sedih dan ketidaksiapan. Dan yang paling terpukul tentu keluarga terdekat, pasangan, anak, ibu, ayah saudara, de-el-el. No urut satu adalah: pasangan. Jadi mungkin ada benarnya juga perkataan ibu tadi.

Pasangan adalah separuh jiwa kita seperti lirik lagu yang ditulis Anang Hermansyah. Bila pasangan kita “pergi”, separuh jiwa kitapun ikut “pergi”. Jadi rasanya aneh banget kalau ada yang bilang setelah pasangan meninggal, istrinya langsung berstatus mantan. Sebutan ini seolah menafikan hubungan yang terjadi sebelumnya. Mungkin karena yang bilang belum pernah jadi istri kali... 
Bagaimana sih sebetulnya sosok perempuan atau istri itu dimata laki-laki atau suami?
Semua laki-laki mendambakan perempuan yang cantik. Sementara para suami pastinya mendambakan sosok istri yang penurut, penyabar, penyayang dan.....cantik !!! 
Hehehe... Seorang teman mengatakan, laki-laki selalu menginginkan perempuan cantik karena itu sudah alami sebagaimana perempuan menginginkan laki-laki yang pintar. Jadi pointnya harus cantik dulu baru kriteria P3 menyusul.
Pada dasarnya semua perempuan itu cantik So masalah pertama lewat...Tentang penurut, penyabar dan penyayang...

Seorang istri bisa dideskripsikan dengan serangkaian  tugas dan kewajiban sbb: seseorang yang bersedia mencuci, memasak, membersihkan rumah, melipat baju, menyetrika, berbelanja dengan prinsip ekonomi. Menyiapkan hidangan pembuka, inti dan penutup. Menyediakan diri sebagai sukarelawan untuk membangunkan seisi rumah, menjadi sopir pribadi yang bersedia bekerja lembur. Bersedia melakukan semuanya dengan ihklas karena rasa cinta dan kasih-sayang tanpa gaji pokok ataupun tips. Klise...? 
Bagaimana dengan ini...?
Ku inginkan dia Yang punya setia

Yang mampu menjaga kemurniaanya

Saat ku tak ada Ku jauh darinya

Amanah pun jadi penjaganya

Hatimu tempat berlindungku dari kejahatan syahwatku

Tuhanku merestui itu

Dijadikan engkau istriku

Engkaulah ..

Bidadari surgaku

Tiada yang memahami

Sgala kekuranganku
Kecuali kamu, bidadariku

Subhanallah...

Bagaimana dengan yang ini...?

Selain ibu, istri adalah orang yang selalu berdoa untuk suami dan anak-anaknya. Semua doa-doa baik bahkan dalam setiap doanya, yang disebut pertama kali adalah suami dan anak-anaknya.
Bagaimana dengan ini...?



Seorang ibu sangat berperan dalam mendidik dan membentuk karakter anak. Bila anak anda menjadi anak sholeh, berapa harga yang harus  anda bayar pada istri ? Sanggupkah anda membayar harga syurga?
Begitu istimewanya seorang istri jadi sangatlah keterlaluan kalau  dia dianggap tidak punya hak lagi sebagai istri ketika suaminya meninggal.
Semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Amin YRA...