26 November 2013

Anak perempuanku Sayang...


Sebagai seorang ibu yang mempunyai dua anak perempuan, saya sering miris membaca atau melihat berita-berita yang menjadikan anak perempuan sebagai korban. Kasus yang teranyar adalah: pernikahan cepat-cepatan dan perceraian gampang-gampangan. Pemirsa....!!! Ibu-ibu yang sama-sama punya anak perempuan, yuk jaga anak kita baik-baik. 

Astagfirullah...

Saya harus banyak bersitigfar ketika memulai membuat tulisan ini saking geramnya terhadap para pelaku kriminal pernikahan.

Pernikahan adalah sesuatu yang sakral. Bagi seorang gadis, pernikahan adalah yang sangat dinantikan sebagai one moment in a lifetime. Bagi seorang ibu, pernikahan anak gadisnya adalah sebuah anugrah, perwujudan dari rasa syukur diberi umur panjang dan kesehatan,  melihat anaknya menikah, memulai hidup baru. Tapi berhati-hatilah para ibu !!! Ternyata ada juga para pecundang pernikahan.

Dan yang paling saya herankan dengan para pecundang itu adalah mereka tidak hidup sendirian. Ternyata mereka juga mempunyai ibu/adik/kakak perempuan lho, mereka juga mempunyai tante, mereka juga mempunyai teman perempuan. Bahkan kalau mereka tidak mempunyai siapa-siapa tetangga sebelah rumah mereka pasti dihuni perempuan. Bagaimana bisa para pecundang itu melakukannya tanpa dukungan? Bagaimana sebaiknya reaksi orang terdekat ketika mengetahui ada seorang pecundang hidup diarea mereka?

Daripada membela sesuatu yang jelas salah, lebih baik jika no comment atau invisible. Sebaiknya setiap orang berdoa khusyuk semoga kejadian jelek yang menimpa seorang perempuan yang dilakukan oleh anak/kakak/adik/ipar/ponakan/ tetangga tidak akan pernah terjadi lagi apalagi sampai menimpa keluarga mereka sendiri. Semoga Allah SWT melindungi anak-anak kami. Amin YRA.

Membesarkan anak perempuan dan anak laki-laki pada dasarnya sama saja dengan satu tujuan menjadikan mereka anak-anak yang sholeh. Yang berbeda hanyalah masalah menjaganya. Perempuan sesuai dengan kondisi fisik dan biologisnya memungkinkan mereka menjadi korban dalam sebuah tindakan kriminal sedang laki-laki sesuai dengan bentuk fisik dan biologisnya memungkinkan mereka menjadi pelaku. Meski pada kenyataannya sebuah tindakan kriminal tidak berdasar gender, bisa saja pelakunya perempuan dan korbannya laki-laki.

Jadi pada dasarnya saran “berhati-hati” ditujukan pada semua orangtua, baik yang memiliki anak perempuan ataupun yang memiliki anak laki-laki.

Berhati-hati pada sebuah tindakan kriminal (kejahatan fisik) mungkin banyak orang sudah aware. Tetapi tindakan kriminal yang menyangkut masalah psikis, seperti: janji dinikahi ternyata gak, kekerasan fisik sebelum atau sesudah berumahtangga, penelantaran dll masih banyak yang tidak ngeh bagaimana cara menghindarinya (termasuk saya juga masih belajar ingintahu lebih banyak)

Musibah kadang diawali sebuah kesalahan kecil...

Tips Untuk Remaja Putri:
Untuk Remaja Putri, bila anda bertemu seseorang yang special, hal pertama yang harus dilakukan: 
1.Menyeleksi seseorang berdasarkan kesamaan iman setelah itu tingkat kesalehannya. Jangan ge-er ya bahwa anda disayang Allah SWT lebih dari yang lain sehingga anda berani mengambil keputusan yang jelas-jelas bertentangan dengan Al-quran dan Assunah dengan harapan Allah SWT akan mengerti atau akan memaafkan perbuatan anda suatu ketika nanti. 
2. Sesegera mungkin mengenalkan pada orangtua. Salah-satu ciri laki-laki yang baik (lengkapnya baca juga di blog ini) akan terlihat bagaimana cara dia menghadapi/memperlakukan orangtua.
Memilih suami diawali dengan memilih pertemanan. Dari teman status dapat meningkat menjadi kekasih/tunangan dan kemudian naik ke jenjang yang paling tinggi adalah suami. Sebelum menaikkan status yang harus dilakukan dahulu adalah mendapat ridho orangtua. Arti Ridho adalah perilaku terpuji menerima dengan senang apa yang telah diberikan Allah kepadanya, berupa ketentuan  yang diberikan kepada manusia.
Ridha terhadap perintah orang tua merupakan salah satu bentuk ketaatan kita kepada Allah swt. karena keridhaan Allah tergantung pada keridhaan orang tua,  sebagaiman perintah Allah dalam Q.S. Luqman (31) ayat 14. Bahkan Rasulullah bersabda : “Keridhaan Allah tergantung keridhaan orang tua, dan murka Allah tergantung murka orang tua”. Begitulah tingginya nilai ridha orang tua dalam kehidupan kita, sehingga untuk mendapatkan keridhaan dari Allah, mempersyaratkan adanya keridhaan orang tua.
Sesuatu yang diawali dengan baik, insyaallah akan berjalan baik begitu pula sebaliknya. Sesuatu yang diawali dengan hal yang tidak baik sudah pasti akan menjadi tidak baik.Ridho orangtua adalah sumber dari segala kebaikan dalam kehidupan anak-anaknya. Jadi jangan pernah menikah tanpa ridho orangtua.
Tips Untuk Orangtua:
Bila anda mempunyai anak perempuan yang sudah beranjak remaja ada beberapa hal yang harus diperhatikan,  al:
1. Perhatikan cara mereka berpakaian. 
Ketika anak sulung saya menginjak remaja, saya dan suami suka ribut dengannya masalah pakaian. Maklum posturnya yang bongsor menyebabkan beberapa model baju terlihat ketat. Saya yang ngeliat koq sepertinya gak rela gitu, ada bagian tubuhnya yang terekspos meski tidak terbuka. Apalagi ayahnya yang rada-rada over protective. Tentu saja, sisulung sering ngambek karena harus ganti baju dulu kalau mau pergi. Pakaian memang tidak bisa  secara tepat tetapi bisa secara cepat mendiskripsikan pribadi seperti apa dibalik yang mengenakannya (kerugiannya diskripsinya cenderung bias). Subhanallah...Kami berdua tidak cukup tabah melihat anak saya jadi perhatian mata iseng yang diskripsinya bias. Alhamdulillah si sulung ketika kuliah memutuskan memakai jilbab...:).Seperti diapers yang dapat meringankan tugas ibu sampai 40% dalam merawat bayi rasanya kekhawatiran saya juga sama berkurang 40%...(lebay ah...;) 
2. Perhatikan Lingkungan Pergaulannya.
Nabi SAW mengingatkan: “Perumpamaan teman yang shalih dengan yang buruk itu seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Berteman dengan penjual minyak wangi akan membuatmu harum karena kamubisa membeli minyak wangi darinya atau sekurang-kurangnya mencium ban wanginya. Sementara berteman dengan pandai besi akan membakar badan dan bajumu atau kamu hanya akan mendapatkan bau tidak sedap“. (HR.Bukhari & Muslim).
Saya pernah baca, seseorang itu akan sukses tergantung dari lima hal: buku yang dibaca, teman-teman yang dimiliki, guru yang dipanuti dll (yang dua lupa ntar deh dicari dulu..:) 
3. Selalu tahu dimana anak kita berada.
Saat jalan-jalan pagi terkadang saya melihat ada rombongan remaja nongkrong di taman tempat saya berolahraga. Yang miris adalah: laki-lakinya banyak (dengan atribut pakaian dan perilaku yang mengkhawatirkan) sementara perempuannya cuman satu atau dua. Entah apa yang dibahas tapi yang jelas bukan tugas sekolah, juga bukan sedang shooting atau sedang melakukan penyamaran).  Biasanya mereka terus melaju entah kemana. Saya jadi berpikir apa ibu si gadis tidak tahu ya keberadaan anaknya pagi-pagi itu (sekitar jam: 04.45 dan sepertinya mereka sudah disana duluan daripada saya, terlihat dengan banyaknya makanan kecil yang berceceran disekitarnya). Semoga saja meski prognosanya jelek tapi tidak terjadi sesuatu yang jelek. Amin. 
4. Jangan membebani Anak Perempuan dengan Target.


Kalau kita hidup disurga kita bisa mendapatkan apa saja yang kita mau tetapi sayang kita masih hidup di dunia jadi kita tidak bisa mendapatkan semua yang kita mau. Bahkan kadang-kadang kita justru mendapatkan yang kita tidak mau.

Setiap orangtua selalu punya angan-angan agar calon menantunya seperti citra keluarganya. Misal dari kalangan dokter, pengin dapat mantu dokter, dari Angkatan pengin dapat mantu angkatan juga dll. Punya keinginan sih boleh saja tapi tidak bisa dijadikan target utama karena hal ini bisa jadi menyebabkan kelalaian untuk meloloskan orang yang seharusnya dicoret.

5. Jangan memilih Jagoan Neon

Sebenarnya yang sukses/hebat bapaknya, reputasi anaknya cenderung kurang. Tapi orangtua mengarahkan anak untuk tetap memilih berdasarkan reputasi keluarganya yang hebat. Jadi ini salah pilih bobot menantu. Pilihlah calon yang mempunyai reputasinya sendiri bukan karena dia anaknya siapa.  
6. Jangan menjadikan anak kita Cinderella.
Kisah cinderella adalah kisah yang belum selesai. Kita tidak tahu ending kehidupan cinderella setelah dia menikah padahal menikah adalah babak awal  sebuah kehidupan baru.  Kalau orang tua hendak merubah nasib, hendaknya usaha itu dari diri kita sendiri atau bolehlah berharap dari anak-anak. Hasil kerja keras atau prestasi anak-anak kita sendiri tapi  bukan berharap atau menggantungkan  dari calon menantu. Jadi jangan membarter anak kita dengan tawaran tertinggi.  
7. Jangan memilih Pangeran dari negeri Antah berantah.
Bila anak mempunyai teman special langsung minta si anak untuk mengenalkannya dengan keluarga besar kedua belah pihak. Keluarga besar itu termasuk bapak, ibu, kakak, adik, bonus: paman, tante atau kalau perlu tetangganya juga boleh. Jangan pernah kejadian, sampai  duduk dipelaminanpun kita tidak tahu mana bapak atau ibunya. Untuk ini jangan pernah menoleransi alasan apaupn seperti: bapaknya lagi di LN, bapaknya lagi sakit, ibunya pindah ke LN dll....kalau pergi tunggu saja sampai datang, kalau sakit tunggu saja sampai sembuh. Sebagai catatan: Jangan pernah menerima pertemanan hanya dari sosial media di internet. Harus melakukan croscheck jadi dapat terdeteksi wujudnya nyata atau abal-abal.
8. Tidak berkompromi masalah keimanan
Tujuan berumahtangga adalah membentuk keluarga yang Samara (Sakinah-Mawaddah-Warahmah). Keluarga Samara dapat terwujud dengan adanya keimanan yang sama diantara anggota keluarganya.  Hal ini adalah yang paling fundamental dan tidak dapat ditawar-tawar.
9. Jangan Mendukung kesalahan anak.
Salah/khilaf lekat pada siapa saja, bisa pada anak bisa juga pada orangtua. Bila anak melakukan kesalahan, segeralah dibenahi jangan malah menjadi suporter utama. misal: Anak dijaga jangan sampai berhubungan dengan seseorang yang sudah beristri dll.

Semoga anak-anak kita selalu dalam lindungan Allah SWT dan keluarga kita menjadi keluarga yang SAMARA. Amin YRA.