30 October 2016

Review Hotel Azizah Solo, Hotel Tentrem Yogya, Hotel Horizon Semarang dan Hotel Namira Pekalongan

Sudah lama tidak membuat review hotel padahal ada banyak perjalanan yang belum sempat juga dibuat kisahnya. Diantaranya: Tour de Bangka belitung, tour de Purwokerto, tour de Johor baru de-el-el...
Ntar deh, gantian. Beginilah penulis amatir, menulis berdasarkan mood dan kesempatan. Kalau lagi rajin menulis, sampai terbawa mimpi sedang mengarang cerita. Sebaliknya kalau pas lagi  malessss ....gara-gara urusan domestik yang datang silih berganti, sudah duduk berjam-jam didepan layar tetep aja ide cerita gak keluar.  
1. Tour de Solo 
Kota ini menurutku sangat menakjubkan. Kota dagang dengan jalan-jalan satu arah dan tingkat kemacetan yang tinggi ;) Seperti wisatawan lainnya selama di solo, kita berburu batik (kita adalah wisatawan non kuliner, selain alasan diet juga bukan termasuk tipe orang yang suka mencoba menu-menu baru. Kalau soal makanan, dari sabang sampai merauke yang dicari cuman rm bermenu: ikan, misal: RM Cianjur, Mang engking ;) susah diajak berpindah ke lain hati. 
Destinasi utama: mengunjungi kampung batik laweyan, butik gunawan setiawan, toko roti Amira (roti-rotinya enak, lumayan buat oleh-oleh), pasar beteng (cari kain seprei), PGS, pasarTriwindu (cari barang antik, belum kesampaian ): Destinasi yang baru gress,  cari lampu-lampu antik di Aneka Glass, Pak Amin didaerah: Pabelan baru 2. Gelap mata deh kalau kesana.

Diantara pesona lampu antik
Review Hotel Azizah Syariah by Horizon (U/picnya google aja ya)
Dengan adanya nama Horizon yang melekat, tidak perlu diragukan lagi standart kenyamanannya. Rate harga rp: 300 rban, pas aja di kantong. Luas kamar cukup, kebersihan cukup, fasilitas cukup. Hanya saja ada sedikit gangguan, pas mau lihat tv, remote tidak berfungsi.Ya sudahlah mending tidur aj, jam juga sudah menunjukkan pukul 22.00. Kelebihannya lately check out dikasih waktu sampe jam: 14.00. Karena ingin merasakan restonya, kami memesan makanan nasi khabsa. Begini penampakannya:

Rasanya enak, porsinyapun pas. Cuman agak lama ya nunggunya, lebih dari 15 menit. Overal, hotel Azizah syariah not badlah. Tentunya kenyamanan akan berkurang jika satu kamar diisi lebih dari dua orang (walau pake extra bed sekalipun karena ukuran kamarnya sepertinya sudah disetting hanya untuk berdua saja). Hotel ini cocok dipilih jika bepergian dengan teman.
2. Tour de Yogya
Bolak-balik ke Yogya, selalunya tidak melewatkan kunjungan ke pasar Beringharjo. Nemu aja pernak-pernik yang pas untuk menghias villa (villa dleyla) atau beli baju untuk oleh-oleh. Kali ini karena hanya bermalam sehari, terpaksa kunjungan rutin dipangkas. Kita memilih tour de merapi. Tournya seru sekali terutama karena mobil yang dipakai tidak biasa, jeep willys dan medan yang dilewati sangat terjal. Ibu hamil dilarang 100% mengikuti tour de merapi. 




                              Saksi bisu letusan merapi


Review hotel Tentrem, Yogya
Ini baru pertama-kalinya nginep di hotel Tentrem. Kesan pertama masuk, masih baru, mewah, bagus hotelnya. Yalah nih hotel punya jamu Sidomuncul. Kamarnya luas, fasilitas up to date, kamar mandi luas, nyaman deh. Hanya ada sedikit catatan kecil: Yang bikin keki di hotel-hotel mewah begini, masih soal kamar mandinya yang membingungkan. Seringkali kalau muter kran shower, main tebak-tebakan, air mana yang jatuh duluan, atas atau bawah. Gak ada petunjuk jadi trial and error. Pas dibuka,  Byuuur...Air jatuhnya dari shower diatas, bukan dari kran bawah. Basahlah baju :( 
Kalau disuruh milih, prefer milih fasilitas kamar mandi bintang 3, yang pake shower flexibel daripada pake shower fixed gitu.
Tentrem di hotel Tentrem, Yogya
                                         Suasana lobby

Saat breakfast, saat yang special. Beragam jenis makanan tersedia.  




Pilihan menginap di hotel Tentrem sangat cocok bila pergi bersama keluarga ataupun hanya berdua dengan pasangan. Hotelnya benar-benar nyaman dan mewah, sesuai kelasnya.
Btw: Di yogya, kita kesulitan referensi tentang tempat barang-barang antik, unik dan etnik. Atau googlingnya yang kurang ya. Jadi sementara ini kalau ke yogya hanya belanja, jujug di  pasar Beringharjo dan Mirota aja.
3. Tour de Semarang 
Semarang kotanya tenang dengan jalan-jalannya yang lebar. Setelah nyampai semarang baru tahu kalau ini kota biskuit dan kota bandeng juwana. Aku pikir bandeng Juwana itu dari sidoarjo (geleng-geleng kepala). Ini kunjunganku kedua di semarang, kunjungan pertama cuman numpang lewat aja, pantesan gak tahu apa-apa:)
Di Semarang kita mengunjungi: Klenteng Sam Poo Kong, Lawang Sewu yang legendaris, Masjid Agung Jawa tengah, Gereja Blenduk, agrowisata ke kebun karet dan kopi di sragen dan  pusat Oleh-oleh bandeng Juwana. Dari pusat oleh-oleh ini juga kita beli lumpia semarang yang enakkkk banget (list perjalann menyusul).
Catatan: didepan gereja blenduk ada beberapa penjual barang-barang antik. Bagi penghobi barang antik bisa jadi tambahan referensi.
Mampir ke pak Edi
   Beraksi di Lawang Sewu yang legendaris
 Klenteng Sam Poo Kong, gereja blenduk dan Lawang sewu
             Perjalanan menuju kebun karet dan kebun kopi


              Kunjungan ke taman buah sekalian makan siang


Review Hotel Horison di Semarang
Kalau pas ke suatu daerah yang kita tidak tahu harus pilih hotel apa (karena referensi yang kurang) pilih aja hotel Horison. Kita suka karena kamarnya pasti lebih besar dari Ibis atau Aston. 
Kamar mandinya meski terlihat kuno tapi cukup bersih.
Hotel ini terletak di Simpang Lima, pusat keramian di Semarang. Dari dalam hotel juga ada akses menuju mall (apa ya gak tahu namanya) dan mall ciputra. Karena mall yang satu foodcoutnya kecil, kita pilih akses yang nyambung ke mall ciputra, foodcourtnya banyak pilihan dan sekalian bisa shopping batik disini. 
Breakfast: menunya beragam bervariasi, unik dan enakk sekali. tersedia juga jamu-jamu siap minum sekaligus dilayani oleh ibu penjualnya. 
Tour de Pekalongan

Sebenarnya kalau ke Pekalongan selalu saja waktunya mepet jadi gak pernah explore daerah wisatanya, paling cuman shopping batik aja. Untuk menyingkat waktu, kita cuman mengunjungi batik Luza, Khanan (punya Luza juga), batik Qonita dan batik Huza. Sayang sungguh sayang, koleksi baju-baju batik di tiga tempat itu sangat terbatas karena mereka fokus ke Jakarta fashion week yang tengah berlangsung saat itu. Apa boleh buat, akhirnya hanya belanja taplak-taplak, daster dan kain batik saja.
Pekalongan kota kecil yang mulai menggeliat, ditandai banyak cafe -cafe dan hotel baru bermunculan. Dekornya lucu-lucu. Pengin mampir sih, sayang waktunya terbatas, tiba jam 20.00, balik ke sby, kesokkan harinya jam 14.00. Kapan-kapan mesti balik lagi ke Pekalongan terutama explore hotel n cafe-cafenya yang lucu n keren.
Review Hotel Namira Pekalongan
Biasanya kalau ke Pekalongan kita tiga kali menginap di hotel Umaro, syariah. Hotelnya letaknya bagus, strategis, ketempat-tempat batik cuman naik becak aja. Pelayanan okey, sayang kebersihan mengalami degradasi :( Akhirnya diputuskan pindah kelain hati.
Hotel Namira ini mengusung konsep syariah. Suasana religius langsung berasa saat kita membuka pintu. Alunan ayat-ayat al quran langsung menyambut kita di loby. Hotel ini masih baru (paling senang kalau ke hotel baru, closetnya pasti masih bagus, dasar obsessive kompulsif ma kamar mandi, tepok jidat). Masuk ke kamar, sesuai prediksi, kamarnya lumayan kecil. Kebersihan okey. kamar mandi okey, pake shower fixed tetapi ada kran untuk wudhu juga ada shower pump untuk closet. Paling kesel n sebel kalau closetnya gak ada shower jetnya (biasanya malah kamar mandi hotel bintang lima), jadi kesulitan kalau bersuci. Interior kamar  n hotel okey, hanya di kamar cuman ada pendingin bukan kulkas. 
Breakfast: jenis dan ragam makanannya minimalis.Gak ada nasi megono, nasi khas pekalongan juga egg corner :( Tapi lumayanlah ada menu fish and soto.
Breakfast di Namira


 Ada satu hotel, letaknya dekat dengan hotel Namira. Decornya lux dan keren, namanya hotel Siji. Nanti kalau ke Pekalongan lagi, kita pengin nyoba bermalam disana. 

Okey, see you in the next post