13 June 2016

Predator dan Pencuri Koin (lanjutan dari tulisan: Manusia, Siapakah Aku?)

Sudah lama menjadi perdebatan tentang siapa yang salah ketika ada kasus perkosaan dimana korban adalah perempuan muda dengan memakai rok mini atau seorang perempuan yang berprofesi sebagai PSK.
Perlukah kasus itu disebut perkosaan atau perlukah dicari siapa yang salah jika ada yang merasa sebagai korban?
Karena bukan ahli bahasa, saya tidak tertarik mengulasnya secara spesifik dari segi arti kata. Apa itu korban, arti pelaku atau definisi dari kata perkosaan. Begitu juga arti sesungguhnya dari kata predator atau kata pencuri dan kata koin (uang receh).
Saya hanya ingin membahas hubungan semua kata-kata tersebut diatas dilihat dari kacamata seorang ibu yang dianugrahi anak perempuan. 
Kasus perkosaan/kekerasan/pelecehan sexual tidak sama dengan kasus pencurian, perampokan atau pembunuhan.
Kasus ini meninggalkan trauma spesifik bagi para korbannya karena itu memerlukan penanganan yang berbeda. Tidak seperti ketika seseorang kehilangan sepatu atau kehilangan uangnya. Meski saat konseling menghadapi para korban seorang psikolog harus menyakinkan bahwa mahkota berharga yang direngut paksa itu hanyalah sesuatu yang menempel di tubuh dan artinya kurang lebih sama dengan saat sepatu atau baju yang hilang. Jadi nilainya jauh lebih murah dari harga mahkota yang asli terbuat dari emas dan berlian.  
Penanganan terhadap korban harus menekankan pada pendekatan hubungan interpersonal yang mengarah pada terbentuknya kepercayaan. Sedang penanganan terhadap kasusnya juga berbeda dengan cara tidak memblow up kasus tersebut dengan mewawancarai tetangga, teman, guru, orangtua dll untuk mengorek keterangan betapa malangnya si korban atau sebaliknya, betapa si korban pantas diperlakukan seperti itu. Bisakah awak media menggunakan nuraninya untuk masalah yang satu ini?
--------------------------------

Predator disini ditujukan pada laki-laki yang melakukan kejahatan sexual pada perempuan. Predator ini hidup berdasarkan insting semata. Semboyannya: lihat, tunggu dan terkam. Mereka tidak pandai membaca signal dan membedakannya. Satu-satunya keahlian yang dimilikinya hanyalah melihat kelemahan dan kesempatan. Mungkin ini adalah tingkatan manusia yang paling rendah. Wujud mereka adalah manusia biasa dengan segala kelebihan akalnya dibanding makhluk hidup yang lain. Karena itu banyak diantara kita yang masih tidak menyadari keberadaan predator ini sampai mereka melakukan aksinya. Cara terbaik  menghadapinya adalah dengan tidak menghadapinya (tidak memberinya kesempatan).
Pencuri koin (uang receh) adalah label yang melekat untuk: seorang perempuan yang dengan sengaja menggoda/merebut suami perempuan lain dengan mengharapkan keuntungan secara materi semata (beda niat beda pula diskripsinya). Koin identik dengan uang receh. Pada dasarnya, sipencuri koin hanya mendapatkan uang receh tidak peduli seberapa banyak uang, kemewahan dan kenikmatan yang dia dapat. Mengapa? 
Sesuatu yang bisa dicuri itu hanya berupa fisik atau benda. Nilainya tidak terlalu berharga dibanding manusianya itu sendiri. Uang yang lebih besar itu berwujud pendamping hidup/suami /imam yang baik baginya justru tidak dia dapatkan. Apakah ini berarti laki-laki yang baik tidak bisa dicuri? Tidak bisa. 
Karena laki-laki yang baik itu satu paket dengan akhlaq#iman. Iman kadang naik kadang turun dan mencuri itu sebuah keahlian yang membutuhkan proses. Jika dua frase ini dikaitkan maka muncullah sebuah kalimat: "Dan selama proses iman menurun, kata baik pada laki-laki itu otomatis ikut menyublim menjadi tidak baik". Disaat inilah, kecurian itu bisa terjadi. So... Yang dapat dicuri itu adalah laki-laki yang tidak baik.
Fenomena pencuri koin tidak lagi hanya sebuah tren (temporary) tapi sudah berubah wujud menjadi sebuah solusi siap saji. Sebenarnya perempuan diberi kelebihan dengan anatomi tubuh yang berbeda dengan laki-laki dalam rangka menjalankan fungsinya sebagai makhluk mulia yang dihormati 3x lebih dari laki-laki (baca: ibu), untuk mengandung dan melahirkan. Tetapi segala sesuatu selalu mempunyai dua sisi, sisi baik dan sisi buruk. Jika digunakan sesuai dengan fitrahnya maka dia berada pada sisi baiknya dan jika digunakan melawan fitrahnya maka dia berada pada sisi buruknya.
--------------------------------------
Sering kita dengar, godaan terhadap laki-laki dikategorikan menjadi tiga bagian: harta, tahta dan wanita (baca: perempuan pencuri koin). Benarkah? 
Dan mengapa juga wanita ikut pula masuk nominasi sebagai kategori penggoda? Kenapa tidak bisa dibalik? Kenapa laki-laki tidak bisa masuk dalam nominasi penggoda? Hukum alam berlaku: Laki-laki secara fisik tidak menggoda perempuan atau perempuan tidak tergoda oleh laki-laki secara fisik. 
Kembali ke kalimat diawal tulisan ini:  
Siapa yang salah jika terjadi kasus perkosaan terhadap seorang perempuan yang memakai rok mini atau terhadap seorang perempuan yang berprofesi sebagai PSK?
Jawabannya pasti beragam sesuai tolok ukur yang dipakai. Bagi kaum feminis yang salah adalah jiwa laki-laki itu yang mesum. Bagi pembela kaum laki-laki, yang salah adalah si wanita yang dikategorikan sebagai penggoda. Bagaimana dengan anda?
Bagi saya sebagai ibu dari dua anak perempuan, dengan tegas saya pastikan yang salah adalah kita semua, pelaku, korban dan sistem masyarakat yang sakit. Bagaimana kita bisa melahirkan pelaku, bagaimana bisa memunculkan korban dan bagaimana kita masih bisa memperdebatkan sebuah kesalahan?
----------------------------------------------  
Semua bermula dari keluarga

Mana yang lebih utama mendidik anak perempuan atau anak laki-laki?
Mendidik anak mempunyai kaidah umum yang sama antara anak laki-laki dan perempuan. Memang ada beberapa kaidah yang tidak bisa diperlakukan sama, berkaitan dengan norma (religi) dan budaya. Singkatnya mendidik anak perempuan berbeda dengan mendidik anak laki-laki. Didiklah anak perempuanmu dengan banyak hal baik dimana penekanannya pada "Malu" (dideskripsikan sebagai: pendidikan akhlak untuk menjaga kehormatan) dan "Aku berharga" (dideskripsikan sebagai bentuk pertahanan diri dari segala bentuk pelecehan). 
"Malu nak kalau mengambil suami orang". "Malu nak kalau pakai pakaian yang mengumbar aurat". Malu nak kalau pulang larut malam" atau "Anakku cantik". "Anakku sayang"
Dan didiklah anak laki-lakimu dengan penekanan sebagai "Pelindung" (dideskripsikan sebagai cara untuk menjaga dan menghormati perempuan (terutama ibu, istri, anak, saudara perempuan, dll). 
"Jaga adikmu, antarkan dia pergi". "Temani kakakmu". "Jangan pernah memukul perempuan karena setiap perempuan adalah ibu. Kalau engkau memukul perempuan berarti engkau memukul ibumu!"
Bila semua keluarga menekankan dua hal ini pada anak-anaknya, niscaya istilah pencuri koin (dan kerabatnya: seperti ayam kampus, teman tapi mesra, sephia dll) dan predator (berikut anak turunannya: seperti:pedhofil,dll) akan senyap. Selama dunia berputar, mustahil nihil, at least mereka tidak dapat exist.
Akankah semudah itu?
Tentu saja tidak karena kalimat-kalimat bijak seperti ini selalunya hanya sampai kepada keluarga-keluarga yang memang sudah mendidik anaknya dengan baik. Kalimat-kalimat ini tidak pernah sampai pada mereka diluaran sana yang masih hidup dalam pemenuhan kebutuhan tingkat satu (teori Abraham Moslow). Dan secara teori pula, pelaku kejahatan sexual kebanyakan berasal dari strata sederhana yang sarat terbelit dengan masalah sosial ekonomi.
Disinilah perlunya peran masyarakat untuk menyumbangkan ide, dana, tenaga untuk menjadi penyambung lidah kebaikan atau memutus rantai keburukan didaerah sekitarnya. Diperlukan kepedulian sosial on air atau off air.
Bisa atau maukah kita?
Ada banyak cara turut peduli




Berdasarkan tabel prioritas, mendidik anak perempuan lebih utama dari anak laki-laki. Mengapa? 
Semua anak perempuan adalah calon ibu. Melalui perempuanlah seorang anak dilahirkan, dirawat dan dididik. Mengutip ungkapan dari seorang penulis (lupa nama dan judul bukunya :(   
“Jika kamu mendidik satu orang pria, maka kamu hanya mendidik satu orang itu saja. Namun apabila kamu mendidik satu orang wanita, maka sesungguhnya kamu telah mendidik suatu bangsa”. 
Implikasinya, mendidik dan menjaga anak perempuan sejatinya lebih sulit dibanding anak laki-laki (anak perempuan lebih condong menjadi korban dan menerima resiko dibanding anak laki-laki yang cenderung menjadi pelaku dan minim resiko#tidak seperti anggapan umum bahwa mendidik anak laki-laki yang lebih sulit :)
----------------------------
Kini saatnya kita lebih peduli. Tebar kebaikan, anak-anak diluaran sana juga anak-anak kita. Mari kita merapatkan barisan, didiklah anak-anak bangsa dengan benar. Tidak ada kelebihan anak laki-laki dibanding anak perempuan dan begitupun sebaliknya. Laki-laki dan perempuan saling membutuhkan sesuai fitrahnya dan jangan biarkan mereka berada dalam koridor yang melawan fitrah karena disanalah semua keburukan bermula. 
Ingatlah, kelak merekalah yang mengantarkan kita ke syurga.
Terimakasih sudah membaca tulisan ini secara berseri. Semoga bermanfaat...:)

19 May 2016

Manusia, siapakah Aku?


Manusia itu Makhluk Allah yang paling tinggi derajadnya
Manusia itu berakal, berilmu dan beradab
Manusia itu berperikemanusiaan
Manusia itu Makhluk Sosial
Manusia itu bukan predator tetapi dia bisa jadi predator
Manusia itu bukan monster tetapi dia bisa seperti monster
Manusia itu bukan syaitan tetapi dia bisa bersekutu dengan syaitan
Manusia seperti apakah kamu?Jadi siapakah kamu?
Aku ini "binatang jalang"


Binatang...!
Sekejam binatang
Lebih kejam dari binatang
Benarkah binatang kejam? 
Bagaimana binatang bisa kejam kalau  tidak punya logika dan budaya. Binatang hanya punya naluri untuk bertahan hidup. Jadi kalau binatang menjadi predator atau monster itu semata-mata karena binatang perlu makan atau mempertahankan diri. Kalau tidak lapar atau tidak terancam, binatang tidak akan memangsa satu sama lain.
Bagaimana dengan manusia?
Manusia dilengkapi Allah dengan piranti yang jauh lebih sempurna dari binatang dengan tugasnya menjadi pemimpin di muka bumi. Lantas kenapa manusia bisa menjadi predator atau monster?
Bukan karena mereka lapar,terancam, miskin atau bodoh. Tapi karena tidak ada iman dihati. Mereka bisa bersekutu dengan syaitan. Kekuatannya bisa terlihat dari hasil kerusakannya. 
---------------------
Kriminalitas dan kita.
Iman tidak bisa dipisahkan dengan pengetahuan,baca.
Iman berkaitan erat dengan akhlak, baca
Untuk menciptakan manusia yang berperikemanusiaan, pelajaran pertama yang harus diberikan orangtua kepada anaknya atau guru kepada muridnya adalah Iman dan akhlak.
Menjadi manusia yang baik saja tidak cukup, baca
Bukan salah bunda mengandung jika kita temukan seorang predator atau monster disekitar kita. Karena meski sudah menjadi fardhu ain bagi para orangtua untuk mengajarkan iman dan akhlak pada anak-anaknya tetapi juga menjadi fardhu kifayah bagi kita semua mengajarkan kebaikan.
”Hendaklah kamu tolong menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan, dan janganlah saling membantu dalam perbuatan dosa dan permusuhan. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras dalam hukuman-Nya.”(QS. Al-Maidah/5:2)
Dalam kalimat yang berbeda, Julian Assange mengatakan:  "Kejahatan terjadi ketika orang baik berhenti bertindak"
Ketika kriminalitas terjadi disekitar kita, maka telaah pertama adalah apakah kita termasuk salah-satu pendukung langsung atau tidak langsung.  
Kalimat pengingat yang lain berasal dari sebuah hadist:
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain"
Bermanfaat untuk orang lain, inilah kata kunci, cara kita bertindak.  Menebar kebaikan, menghambat keburukan dan menuai keberkahan dalam kehidupan.
Dalam rangka bermanfaat untuk orang lain, terutama bagi anda yang kebetulan menjadi pemimpin negeri, pemimpin redaksi, pemilik stasiun tv, pemilik toko buku dll yang menguasai hajat hidup orang banyak dalam hal membangun atau merubah pemikiran, stop bertindak berdasarkan naluri bisnis. 
Karena anda manusia tidak seharusnya anda hanya menggunakan  insting untuk menimbulkan kehancuran yang nyata atau tidak nyata.
Kejahatan atau keburukan tidak seharusnya diberitakan secara detil apalagi bila itu menyangkut sexual harassment. Kejahatan yang satu ini tidak setipe dengan kejahatan lain. Penggambaran secara detil bukan saja merugikan keluarga dan korban yang mengalami trauma psikologis tetapi juga dapat berakibat sebaliknya, menginspirasi orang untuk melakukan teror yang sama. Banyak orang diluaran sana yang tampak normal dalam perwujutan keseharian tetapi mereka sebenarnya sakit. 
Semoga kita bukan termasuk salah satu faktor pencetusnya, baik yang tersamar maupun yang terlihat. 
Semoga almarhumah khusnul khotimah, diampunkan segala dosa-dosanya, dinaikkan derajatnya dan diberi tempat terbaik disisiNya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran. Amin YRA.

 Tobe conitinue (part:2)

11 April 2016

Kematian adalah sebuah Peringatan...

Sebuah nasehat bijak mengatakan: 
Barangsiapa yang menginginkan pelindung, maka Allah cukup baginya.
Barangsiapa yang menginginkan teladan, maka Rasulullah cukup baginya.
Barangsiapa yang menginginkan pedoman hidup, maka al-Qur’an cukup baginya.
Barangsiapa yang menginginkan peringatan maka kematian cukup baginya.
Dan barangsiapa tidak cukup dengan semua itu, maka neraka cukup baginya
.
(Dikutip dari bulletin Manhaj Salaf, Edisi: 55/Th. II, tgl 21 Shafar 1426 H/01 April 2005 M , judul asli Kematian Sebagai Peringatan)
QS, Luqman 31:34
"Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."

Kematian adalah Kiamat kecil
Duka dan Kehilangan...
Trenyuh
 
Niat yang baik
Selamat jalan Irma... Kematianmu tidaklah sia-sia. Adhamallah Wa'ajrokum. Wa khusnul Khatimah Insyaallah. Amin YRA




08 February 2016

Bekerja itu mudah, mencari pekerjaan itu yang sulit.

Bila ada soal multiple choice seperti di bawah ini, sebaiknya pilih apa?
1. Bekerja bersama orang yang tidak pintar tapi jujur
2. Bekerja bersama orang yang pintar tapi tidak jujur
3. Bekerja bersama orang yang tidak pintar tapi jujur dan mau belajar
Hampir dipastikan  pemilih akan memilih pilihan no tiga. Sayang sekali pilihan no tiga dikehidupan nyata sangat amat jarang sekali. Yang terbanyak adalah varian pilihan satu dan dua. 
Seandainya disuruh pilih satu saja dari kedua pilihan diatas, maka lebih baik pilih yang mana?
Jawabaannya pasti beragam dan punya alasan kuat berdasarkan pengalaman masing-masing. Kalau aku sih dalam taraf yang tidak ekstrem pilih bekerja dengan orang yang tidak jujur tapi pintar. Pilihan dua, memang makan ati (amat-sangat) tapi paling tidak kita bisa mengantisipasinya untuk meminimalkan kerugian, sebaliknya kepintarannya bisa kita manfaatkan sebesar-besarnya. Sementara kalau bekerja dengan orang yang tidak pintar tapi jujur (pilihan pertama), sama makan ati juga (amat-sangat-sekali), merugikan juga dan yang terburuk bisa bikin jantungan saking seringnya ngelus dada. Sebelum terlalu jauh pembahasannya, sekedar info, soal multiple choice ini hanya berlaku dalam rangka mencari asisten RT (include sopir). Jadi teori ini diilhami akibat trauma habis ngeliat share video di fb tentang pembantu bantu pencuri
Dicari...!!!

Pilihan no tiga, terbilang langka dan sangat limited edition. Ini adalah peluang besar bagi pencari suaka kehidupan yang lebih baik. Semua pekerjaan membutuhkan dua variable penting ini (jujur dan mau belajar) sebagai modal dasar. Kalau sudah punya modal dasar ini tinggal menambah varian yang lain, seperti doa, loyalitas, dll sebagai pemicu keberhasilan (sumber: teori sukses)
Sebelum lanjut, ada baiknya menyimak kisah dibawah ini:
Alkisah dari kota sebrang. Siti yang cantik jelita menikah dengan dengan Amir yang tampan nan baik hati plus mendapat restu kedua orangtua masing-masing. Sang suami mempunyai beberapa komponen sifat baik sehingga untuk penampakan dia mendapat rating A- (mirip ratingnya temptalia, beauty blogger :).
Singkat cerita, disanalah kita bertemu dan disinilah aku menulis. Tanpa melalui tebak-tebakan yang rumit, banyaknya kerut di wajah Siti menggambarkan kesulitan hidup yang dialaminya.
Dari pembicaraan hati ke hati, terkuaklah riwayat kisahnya. Bertahun-tahun menikah, keadaan ekonomi keluarga tak kunjung membaik. Setelah melalui pendalaman, secara tersirat tercetus sang suami ternyata pemilih pekerjaan, artinya dia butuh kerja tapi dia hanya akan bekerja bila pekerjaan itu sesuai harapan. Karenanya banyak lowongan pekerjaan yang dilewatkan atau terlewat begitu saja. 
Bagaimana kisah selanjutnya?
Sebuah kisah bersambung yang tidak membingungkan tapi mengharukan melihat kesabaran sang istri. Tetapi bukankah tidak cukup hanya kesabaran yang kita contohkan ke anak-anak? Ketangguhan juga penting diajarkan supaya bisa survive dalam kehidupan.
Kembali ke judul tulisan, lengkapnya: bekerja itu mudah, mencari pekerjaan yang sesuai keinginan itu yang sulit. 
Pengalaman ini menguatkan:
Ketika sopir yang sudah bekerja lima tahun berhenti dengan alasan mau berwiraswasta kerupuk, aku sempat kelimpungan mendapatkan pengganti. Bukan karena tidak ada yang melamar tapi karena tidak berani aja ambil sopir tanpa rekomendasi. Ternyata bukan hanya hanya aku yang diliputi rasa khawatir dalam merekrut pekerja RT (karena bukan pengusaha sebenarnya jadi hanya bisa mencontohkan perekrutan asisten RT sahaja ;). Banyak lho teman  yang mengeluh sulit cari sopir, pembantu atau perawat pribadi untuk orang tua/sakit. Bukankah ini sebuah peluang pekerjaan? (Hanya untuk orang yang berkemauan).
Dalam scope yang lebih luas, percayalah, banyak di luaran sana, orang yang membutuhkan pekerja yang jujur dan mau belajar. Dalam iklan lowongan pekerjaan biasanya kriteria, pekerja keras dan jujur diidentikan dengan sales. Bekerja serabutan diidentikan dengan pesuruh atau cleaning service jadi belum-belum sudah ilfil. Padahal, tidak sedikit orang sukses yang diawali bekerja sebagai sales atau cleaning service.
Kunci sukses adalah mau belajar. Tidak pintar tapi kalau ada kemauan untuk upgrade, lama-lama jadi pintar juga khan. Kalau kita butuh pekerjaan, jangan dilihat dulu besarnya gaji dan jenis pekerjaannya, lihat saja kesempatan atau peluang dari pekerjaan yang ada untuk hidup normal/standart. Seorang suami harus menafkahi keluarganya, seorang anak yang ingin membantu orangtuanya atau seorang individu yang tengah mencari jati diri dengan bekerja sebagai tugas belajar kehidupan edisi bertanggung-jawab.
Kalau tidak merasa cocok, tekuni saja dan jadikan batu loncatan untuk menuju kehidupan yang lebih baik. Gaji dari "pekerjaan yang tidak disukai" itu, tabung aja sampai jangka waktu tertentu dan cukup untuk dijadikan modal usaha kecil-kecilan. Atau selama rentang waktu bekerja dengan "pekerjaan yang menjengkelkan" itu, upgrade kemampuan dengan langkah awal, tidak main perhitungan rumit dengan mengatakan ini bukan bagian saya, ini bukan tanggung-jawab saya dll. Kira-kira, senang gak-ya kalau nemu pekerja yang mau melakukan tugas-tugas tambahan, diluar waktu atau melampaui job discriptionnya (dalam artian positip). Pasti senenglah...
Kisah sukses orang-orang besar banyak diwarnai dengan awal yang sulit dan tidak menyenangkan. Tapi mereka jalani saja, tekuni saja, dan akhirnya mereka dipromosikan, direkomendasikan dan tetap rendah hati (mau belajar itu adalah sifat utama dari orang yang rendah hati). Jadilah mereka orang sukses, seperti yang kisahnya dijual dan dipajang di gerai toko-toko buku seantero negri.
Bagaimana menurut anda?
See you in next post...  

   

 

03 January 2016

Jalan-Jalan Akhir tahun ke Bandung (26-29 desember 2015)

Seperti biasa, acara berlibur keluarga direncanakan dengan persiapan mengambang tentang tujuan, lama berlibur dan kapan keberangkatannya. 
Ada tiga area tujuan berlibur akhir tahun, yang pertama rute bermobil Sby-Solo-Jogya, rute kedua, rute sejuta umat: terbang ke Bali dan rute ketiga: terbang ke Bandung. Fokus yang pertama adalah mencari hotel baru kemudian mencari tiket penerbangan.Ternyata setelah dihitung-hitung rute termahal adalah Yogya (hotel-hotel naik dua kali lipat). Rute ke Bali, hotel yang recomendnya bagus, fullbooked (kepedean lagi, pilih Bali H-1). Alhasil setelah dibanding-bandingkan dan ditimbang-timbang, keluarlah destinasi pilihan: Bandung (aslinya ini adalah hasil kolaborasi anak-anak, kalau ibunya sih sebenarnya pengin banget ke Yogya, kebayang daya tarik pasar Bringharjo dengan kain tenunnya ;) Kalau si ayah, hamba allah yang satu ini, masyaallah tabarakallah, terserah deh mau kemana aja ngikut, tipe bapak-bapak yang gak mau repot :)
Kali ini yang kebagian tugas melakukan perhitungan dan pengamatan review hotel, sewa mobil, pembelian tiket dll adalah Sirin, putri pertama. Anak kedua, Rana bertugas packing. Sementara ayah-ibunya sibuk dengan urusan yang lain-lain. Ya paling tidak ngasih pembelajaran pada anak untuk mengarrange sebuah perjalanan (baca: dalih ;) Alasan sebenarnya sih, si ibu males ngadepin komputer ngeliat angka-angka yang tidak bersahabat.  
Kedatangan, hallo Bandung...
Kita berangkat berlima include mama, tg :26 des, jam: 11.25 pakai penerbangan Garuda. Lumayan bedanya dengan tiket airline yang lain tapi si ayah tetap memilih Garuda karena katanya mengurangi satu kekhawatiran. Katanya juga,  ajal memang tidak bisa dimajukan atau dimundurkan tapi serangan jantung bisa dipercepat dengan atraksi uji nyali atau bisa mendadak hipertensi akibat delay dengan alasan operasional, tehnis dll. Iya bener, sewaktu pulangnya pakai maskapai lain yang langganan ma sidelay itu. Ampuuun..! Apadaya sidelay, pilihan waktunya lebih beragam :( 

Awal kedatangan, kita hanya mengitari seputar hotel. Oh ya, kita nginap di Park View hotel, di jl: Sukajadi. Letaknya strategis banget, mau ke Paris Van Java hanya 5 menit jalan kaki, depan hotel ada Vinoti yang lagi sale, bikin betah :) 
Sementara anak-anak dan mama memilih rehat sejenak di hotel. Kita berdua go show ke Heritage and Secret. Bukan mau belanja baju tapi menyelesaikan kewajiban awal membeli oleh-oleh. Setelah selesai, barulah aku melihat list, ada Old and New, ada HGL di ciliwung (hasil ngintip obrolan di forum female daily), Garasi Opa dll ;). malam itu yang kesampaian hanya Old and new, garasi opa sudah bersusah-susah kesana e...tutup. Hari pertama ditutup dengan makan malam di PVJ. Sebenarnya sudah berkali-kali pengalaman agak kesulitan cari makan di PVJ, biasalah si ayah mensyaratkan harus ada sertifikat halal MUI (padahal gak ada sertifikatnya bukan berarti gak halal khan ): Akhirnya...Alhamdulillah nemu juga...:)
Park View hotel
Kamar mungil nan cantik
 
Kita review hotelnya dulu yuk:
Letaknya: strategis, ditengah kota dan hanya jalan kaki aja ke PVJ. secara keseluruhan dekorasinya bergaya klasik (ini yang jadi pertimbangan si putri sulung karena katanya, mama suka yang klasik-klasik hemmm:). Hotelnya masuk kategori baru, bisa dilihat dari interior di kamar maupun di lorong yang masih mulus. fasilitas kamar: banyak colokan (jadi gampang mau ngecas hp dll), tidak ada kulkas (hanya ada cooler) luas kamar, sedikit sempit, kurang leluasa menempatkan koper-koper besar. Juga kamar mandinya, sempit tapi pengaturan showernya sudah sesuai harapan ( ada shower tempel ada shower gerak) Kebersihan: sesuai standart hotel. Breakfast: masakannya lumayan enak tapi variannya sangat minimalis bangettt dan mihiiil. Kelebihan satu orang dikenai charge rp: 150 rb. Hmm... dan hanya ada satu lauknya (fish not available :( Kalau ada daging, gak ada ikan atau ayam. Kalau ada ayam, gak ada daging atau ikan. Kalau dibandingin ma hotel-hotel bintang empat yang lain, tentang breakfastnya lebih mirip hotel bintang tiga. Secara keseluruhan, not badlah, lumayan terutama dengan letak, dekor yang cantik dan kebersihannya.
Hari kedua, tujuan: Lembang
           Tangkuban Perahu

Excotic View of Tangkuban Perahu
  Pusat Kuliner: Floating Market


                           Disempet-sempetin foto postwed ;)


Di Lembang sebenarnya ada beberapa piliha wisata karena keterbatasan waktu kita hanya memilih Tangkuban Perahu dan Floating Market. Insyaallah kalau datang ke Bandung lagi berame-rame kita juga akan mengunjungi Kawah Putih, Ciater dll.
Dalam perjalanan antara Tangkuban Perahu dan Floating Market kita mampir di RM Natural. Wah...pilihan yang tepat, recomended deh, menunya enak-enak terutama: otak-otak ikannya, siip.
Hari Ketiga: Trans Studio, Pasar Cikapundung, Pasar Baru dan Rumah Mode      
Setelah mengantar anak-anak berkelana di Trans Studio (anak-anak aja yang masuk, kita cuman pose-pose doang di TS dan ngemall bentar ;) kita siap dengan agenda shopping ibu-ibu, serbu pasaaarrr...!

Tanya sana-sini, akhirnya nyampailah kita ke pasar Cikapundung di lantai tiga. Tengok kanan dan kiri oh...koq banyak toko tutup, pikiran awal nih toko-toko pada bangkrut, kenapa ya ?! Ternyata....memang masih tutup! Bukanya jam: 15.00. Oh..gleg, dah terlanjur, aq puterin aja lorong-lorongnya cari toko yang buka. Rizki memang datang pada siapa saja yang berusaha lebih keras. Diketerbatasan toko yang buka, aku sempat dapet barang idaman. 
I loveeeee Cikapundung, I love Bandung banget !!!
Bayangin (penting gak ya), aku bisa mendapatkan beberapa jam bagus di pasar ini dengan harga murrrraaaah tanpa perlu tawar-menawar keras. Di Jakarta, Surabaya dan Bali kalau ketempat barang-barang antik, kudu tawar-menawar yang bikin kesel, pegel and keki apalagi tipe-tipe kayak aku, suka barang murah, gak mau mahal tapi gak bisa nawar (gleg..!) 
Nih beberapa jam yang aku dapetin dari Cikapundung (harga berkisar antara: rp 150 rb - rp 300an)
Cantik khan menghias ruang tamu.

Kalau yang bergaya vintage ini dapet di Vinoti lagi sale, jadi rp:180 rban.
Kalau gak keburu waktu, rasanya pengin gelar tikar, lesehan sambil nunggu toko-toko yang lain buka di Cikapundung (hhh...). Akhirnya kita meluncur ke pasar baru. Pasar baru ini seperti ITC jakarta atau pasar atum kalau di Surabaya. Seneng sih tapi gak berminat belanja baju, hanya nganter mama cari seprei dan oleh-oleh celana jeans. Ternyata kain seprei gak ada disini, adanya di sepanjang jalan Alkateri, maka meluncurlah kita kesana. Setelah puas memilih-milih seprei, kita jemput anak-anak di Ts dan meluncurlah kita ke Rumah Mode. Ini Fo yang recomended banget, all in one deh jadi gak perlu pusing-pusing bikin pusing kepala.
Hari keempat: Rumah Mode dan makan di bumbu desa
Biasanya kita keluar hotel antara jam: 08.00 atau jam: 09.00, hari ini kita keluar hotel jam: 11.00 karena penerbangan masih jam: 16.00. Si bungsu, Rana minta balik ke Rumah Mode karena terbayang-bayang sweater yang gak sempat dicoba. Hari terakhir, kita gak sewa mobil (perhari rp: 500 rb not include bbm and uang makan dll). Lumayan bisa ngirit, lagian pakenya juga hanya beberapa jam saja. Setelah dapet sweater idaman, kita balik lagi ke hotel untuk shalat dan siap-siap menuju bandara jam: 13.00. Eit...gak nyampe sejam sudah mau nyampe, terpaksa kita minta taxinya putar balik. Ngapaian ya bengong di bandara lama-lama, mending cari makan siangnya di luar bandara aja. Maka mampirlah kita ke bumbu desa. Lumayan untuk perut yang lapar dan tempat nyantai sejenak.

 ------------------------
Berkunjung ke Bandung tanpa keluar-masuk factory outlet dan ngantri dibatagor Kingsley atau Kartika Sari itu berasa banget longgarnya. Baru nyadar, Bandung itu seperti Bali. Sesering apapun kita kesana gak akan pernah bosan. Selalu ada yang baru untuk di explore.                 
TIP berlibur ke Bandung:
- Sebaiknya sewa mobil kalau akan menginap beberapa hari, pengalaman selama ke Bandung selalu kesulitan cari taxi.
- Cari hotel yang ada pangkalan taxinya, mengingat sering sulit taxi di Bandung.
- Kalau berniat wisata ke Lembang, sebaiknya sih menginapnya di daerah Lembang. Kalau dilaju dari Bandung, ngabisin waktu, paling cuman bisa nyampe dua destinasi.
- Bagi yang berbusana muslim, Bandung adalah surga shooping. Berburu kain di Pasar Baru, nikmatnya gak kalah dengan belanja di FO. Atau masuk ke mall2nya, di hallnya pasti ada beberapa outlet busana muslim rancangan para hijabers.  
- Coba deh ke Bandung tanpa harus keluar-masuk all FO di sepanjang jalan Riau and Dago, pasti berasa longgar waktunya dan bisa melihat Bandung dari sisi yang lain.  
Selamat berlibur di Bandung and see you :)                                       Update: 16/01/16 back to Bandung again.Yeay...     
Kali ini kita (berdua saja) nginapnya di hotel Amarossa karena si bapak ada acara disana. Kita review dulu yuk hotelnya.
Amarossa hotel: sama seperti Park View Hotel (****). Letaknya: di jalan Aceh, hanya 10 menit dari deretan FO di jalan Riau ((argo taxi menunjukkan rp: 12.000). Bisa dibilang strategis, ditengah kota tergantung tujuan ke Bandungnya mau kemana karena kalau dari hotel menuju TS atau Rumah Mode, lumayan jauh n maceeett. Dekorasi hatel: ada catatan sedikit, meski mengesankan bergaya klasik dengan ditandai banyaknya hiasan lampu-lampu kristal tapi sebenarnya interior kamar bergaya minimalis. tak ada kulkas, hanya ada cooler.Yang bikin kening berkerut di hotel ini, interiornya didesain hitam dan abu2, kesannya gelap. Penerangan di kamar juga kurang sampe gak pede dandan karena khawatir terlalu menor atau terlalu pucat. Kamar: luasnya cukup (lebih besar dari park view hotel/PVH), penerangan kurang, bantal lebih nyaman PVH, kamar mandi luas dan nyaman. Kebersihan: sesuai standart. Breakfast: lebih variatif dibanding PVH. Secara keseluruhan, cukup terutama untuk yang berencana tour de FO di Bandung.                                                        breakfast indoor
                                  breakfast outdoor                     

                                                                                                                 
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            

20 November 2015

Pengantin Galau...

Qobiltu nikahaha wa tazwijaha bilmahril madzkuur
Mengikat janji
Pengantin yang Berbahagia
(masyaallah tabarakallah)
Memegang janji sang Imam
Pengantin galau
Invisible for everyone
Allah Ta'ala berfirman: Qs. An Nur:26
“ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik.
Nabi saw bersabda: 
Perempuan dinikahi karena empat faktor. Karena hartanya, nasabnya, kecantikannya dan karena agamanya. Maka menangkanlah wanita yang mempunyai agama, engkau akan beruntung.
Imam Hasan al-Bashri Rahimahullahu:  
Nikahkanlah anakmu dengan orang yang agamanya bagus, karena jika dia mencintainya maka dia akan memuliakannya sedangkan jika tidak mencintainya maka tidak akan mendholiminya.”
  Jiwa yang kerdil
 
Berani berbuat beranilah bertanggung-jawab (titik gak ada koma)
---------------------
 Istri itu Amanah dari Allah

Maka jagalah Amanah itu dengan sebaik-baiknya
 ----------------------------
HR Tarmidzi dan Ahmad:
“Apabila datang kepadamu seorang laki-laki datang untuk meminang yang engkau redha terhadap agama dan akhlaknya maka nikahkanlah dia. Bila tidak engkau lakukan maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan akan timbul kerusakan yang merata di muka bumi.”